Hai gan kali ini saya akan posting cara menghitung alamat IP dengan cara VLSM, berikut caranya:
VLSM (Variable Leght Subnet Mask)
Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah
pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak
subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :
contoh 2:
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host
IP Address yang diberikan dari ISP
adalah 160.100.0.0/16 Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan
mudah di dapatkan
akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan
terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada
jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :
1. Urut kebutuhan host yang diperlukan
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host
2. Ubah menjadi biner
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host
l. Untuk 500 host
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
2n-2 > jumlah host
2n-2 > jumlah host
Hasilnya 160.100.0.0/23
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 – 160.100.1.254
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.3.254
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 – 160.100.5.254
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 – 160.100.7.254
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 – 160.100.9.254
…….. ………. ………….
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 – 160.100.255.254
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 – 160.100.1.254
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.3.254
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 – 160.100.5.254
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 – 160.100.7.254
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 – 160.100.9.254
…….. ………. ………….
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 – 160.100.255.254
2. Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host
karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.
3. Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.2.0/24
misal 160.100.2.0/24
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000010 00000000
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000010 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.2.254
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 – 160.100.3.254
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.2.254
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 – 160.100.3.254
4. Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.0/24
misal 160.100.3.0/24
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 – 160.100.3.90
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 – 160.100.3.126
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 – 160.100.3.190
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 – 160.100.3.254
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 – 160.100.3.90
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 – 160.100.3.126
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 – 160.100.3.190
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 – 160.100.3.254
5. Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.192/25
misal 160.100.3.192/25
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 – 160.100.3.222
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 – 160.100.3.254
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 – 160.100.3.222
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 – 160.100.3.254
6. Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.224/25
misal 160.100.3.224/25
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 – 160.100.3.227
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 – 160.100.3.254
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 – 160.100.3.227
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 – 160.100.3.254
Itulah sedikit penjelasan dari saya
tentang menghitung IP dengan Cara VLSM semoga saja bermanfaat, selamat
mencoba Tuhan memberkati...
Referensi:
Menghitung IP Dengan VLSM
Selamat sore Gan dan selamat beraktivitas hari ini, teman-teman kali ini saya akan posting tentang langkah-langkah Install Cisco Packet Tracer Pada Linux.
1. Pengertian
packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang
sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga
dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat
oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy.
Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan
pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga
membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
2. Latar Belakang
Hal yang membuat saya menginstall cisco paket traver ini di laptop saya
karena saya bersama rekan-rekan yang lain akan mengikuti workshop Cisco
CCNA di BLC Telkom Klaten, sebelum mengikuti itu saya berharap saya dapat
mengenal cisco lebih jauh dengan menggunakan simulasi packet tracer ini
terlebih dahulu. Dari packet tracer ini setidaknya saya bisa kenalan
bagaimana caranya konfigurasi-konfigurasi dasar di Cisco.
3. Tujuan
Tujuan saya menginstall Packet Tracer adalah saya ingin belajar membuat simulasi Jaringan cisco dan konfigurasi-konfigurasinya.
4. Alat dan Bahan
- Koneksi Internet
- Aplikasi Packet Tracer
- Laptop
5. Langkah Penginstalan
- Langkah pertama download software Packet Tracer dan Extract filenya.
- Kemudian Masuk keterminal dan ketikkan perintah "sudo su" untuk masuk kedirektori root:
- Setelah itu kita pindah dari direktori Home ke direktori Downloads dengan perintah "cd Downloads":
- Kemudian ketikkan Perintah "ls" untuk melihat apa folder apa saja yang ada di direktori Downloads.
- Jika Folder PacketTracer ada maka kita harus pindah direktori dari download ke packettracer dengan perintah "cd PacketTracer/nama foldernya":
- Setelah Masuk pada direktori/folder PacketTracer selanjutnya ketikkan perintah menginstall Packettracer "./install" tekan "ENTER" hingga proses penginstalanya selesai:
- Jika diberikan pertanyaan tekan saja "Y" kemudian enter hingga prosesnya selesai.
Hasilnya laptop saya telah terinstall Packet Tracer dan saya sudah siap untuk belajar konfigurasi cisco pada Packet Tracer.
Demikianlah sedikit yang dapat saya sampaikan jika banyak kurangnya mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Wr.Wb..
Referensi:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
- http://pujir22.blogspot.co.id/2016/07/install-cisco-paket-tracer-pada-linux.html
Langkah Install Cisco Packet Tracer
A. Perintah-perintah dasar GNU/Linux
Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications -
Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan
menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali
ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
1. login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan
tombol password tidak ditampilkan di layar.
3. login
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi .
4. who
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
5. finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja
finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada
who.
6. logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login .
Keterangan : Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya
menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak
disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
7. exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem .
Keterangan : Sama dengan perintah log out.
8. whoami
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu
komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan
ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
9. date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal.
10. cal
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.
11. ls
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori dan file.
Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –l, yang akan
menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang
ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a : Tampilkan semua file di directory termasuk isian.
-o : Tampilkan hanya nama directory
-g : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I : Cetak nomor untuk setiap pemakai
-l : Tampilkan seluruh file secara lengkap
-o : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan
nama
-o : Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir.
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak
informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila
“nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.
12. chmod
Fungsi : Mengubah permission suatu direktori/file.
Format : chmod 777 nama_file
13. clear
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
14. cmp
Fungsi : Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik
(sama persis).
15. cp
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
$ cp file1 file2 mengcopy file1 ke file2 →
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail mengcopy file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file
atau lebih ke sebuah direktori.
16. rm
Fungsi : Menghapus file.
Format : rm nama-file.
atau
rm /path_file_berada
17. mv
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file.
Format :
$ mv file1 file2 Renama file1 menjadi file2 →
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail Memindahkan file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file
atau lebih, ke sebuah direktori.
18. cat
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat
berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika
file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar
karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya
karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v.19. more
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar.
Format : more nama-file
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat
diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar
berikutnya.
20. history
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
Format : history
21. wc
Fungsi : Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu
file .
Format : wc nama-file
22. man
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk
semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap
pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-
perintah UNIX.
Format : man nama-perintah
23. grep
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di
dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk
menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari
adanya sebuah variable dalam sekelompok program.
Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*.
24. mkdir
Fungsi : Membuat direktori.
Format : mkdir nama-direktori
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
25. rmdir
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong .
Format : rmdir nama-direktori
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus)
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory).
26. pwd
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif.
Format : pwd
27. cd
Fungsi : Masuk kelokasi direktori tertentu.
Format : cd path-direktori
Contoh :
~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc
28. adduser
Fungsi : Menambahkan user baru disistem.
Format : adduser nama-user
29. ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses yang aktif
dalam sistem UNIX.
Format : ps -aux30. kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format : kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux
diatas.
31. &
Fungsi : Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format : & nama-program
32. bc
Fungsi : Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilias ini tida ada pada versi UNIX standar.
33. pr
Fungsi : Mencetak isi file ke printer.
Format : pr nama-file > /dev/lp0
34. write pemakai [tty]
Fungsi : Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan : Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar pemakai yang
ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari keyboard akan tampak di layar
penerima.
35. mesg [pilihan]
Fungsi : Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan : Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan memakai perintah
write. Perintah ini tidak dapat menolak ijin bagi super user untuk
mengirim pesan.
36. mail [penerima]
Fungsi : Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan : Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang mengirimkan
pesan ke user lain atau membaca pesan dari user lainnya.
37. wall
Fungsi : Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan : Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan pengiriman pesan
keseluruhan pemakai yang sedang log in saat itu dan perintah ini hanya
dapat dilakukan oleh super user.
Perintah-Perintah Dasar Linux Debian Server
Hai teman-teman, kali ini saya akan posting tentang Perintah-Perintah Dasar Pada Linux Debian. Berikut ini perintah-perintahnya dibawah ini:
Perintah Dasar Pada Linux Debian
cd
fungsi: digunakan untuk berpindah ke direktori lain.
chmod
fungsi: digunakan untuk mengatur hak akses suatu file atau direktori
clear
fungsi: digunakan untuk membersihkan seluruh layar terminal
cp
fungsi: digunakan untuk menyalin sebuah file
date
fungsi: digunakan untuk menampilkan tanggal dan waktu
halt
fungsi: digunakan untuk mematikan sistem
history
fungsi: digunakan untuk melihat perintah apa saja yang telah digunakan
ifconfig
fungsi: digunakan untuk melihat informasi pada kartu jaringan, seperti IP address, Mac address, dan lain-lain.
ls
fungsi: digunakan untuk melihat isi dari suatu direktori
mkdir
fungsi: digunakan untuk membuat direktori baru.
mv
fungsi: untuk memindahkan file, bisa juga untuk merubah nama sebuah file.
nano
fungsi: digunakan untuk text editor
passwd
fungsi: digunakan untuk menggunakan password
pwd
fungsi: digunakan untuk menampilkan nama direktori dimana Anda sedang berada
reboot
fungsi: digunakan untuk menghidupkan ulang sistem/komputer
restart
fungsi: menjalankan ulang service yang sedang berjalan.
rm
fungsi: digunakan untuk menghapus file.
rmdir
fungsi: digunakan untuk menghapus direktori
shutdown
fungsi: sama seperti halt, digunakan untuk mematikan sistem
start
fungsi: digunakan untuk menjalankan sebuah service.
stop
fungsi: digunakan untuk menghentikan sebuah service yang sedang berjalan
sudo
fungsi: menjalankan perintah sebagai root
tar
fungsi: digunakan untuk mengekstrak file dengan format *tar.gz *.tgz
touch
fungsi: digunakan untuk membuat file baru dalam keadaan kosong.
unzip
fungsi: digunakan untuk mengekstrak atau mengurai file yang dikompress dalam bentuk *.zip
who
fungsi: digunakan untuk melihat siapa saja yang sedang login
Itulah sedikit yang dapat saya sampaikan tentang perintah dasar pada
linux debian. Semoga bermanfaat Wassalamualaikum Wr.Wb..
Perintah Dasar Pada Linux Debian
Hay gan, kali ini postingan yang saya akan berikan yaitu tentang Cara Install Debian 8 Di VM (Virtual Machine) pada Proxmox. Berikut caranya:
1. Pertama kita harus membuka Proxmox terlebih dahulu kemudian kita masuk pada Documen Vlan yang kita buat, terus kita klik Vlan yang kita buat tadi pada mikrotik dan klik Start pada pojok kanan atas lalu akan muncul tampilan untuk memulainya install debian tersebut seperti gambar di bawah ini, Kemudian arahkan ke Tulisan "Install" lalu tekan Enter.
2. Kita di suruh pilih bahasa yang akan kita gunakan pada saat menginstall, saya memakai "English". Lalu tekan Enter.
3. Pilih lokasi atau tempat kita berada, <atar sesuai keinginan kalian>. Saya menggunakan "Other". Lalu tekan Enter.
4. Saya pilih "Asia", karena pengaturan tempat ini berfungsi untuk Konfigurasi debian kita. lalu tekan Enter.
5. Kemudian pilih "Indonesia" karena ini menunjukan bahwa saya sekarang berada di Indonesia.
6. Kita atur default Locales yaitu "United States". Lalu tekan Enter.
7. Atur konfigurasi keyboard yang akan kita pakai yaitu "American English. Lalu tekan Enter.
8. Kemudian akan muncul tampilan seperti ggambar di bawah ini. Lalu tekan Enter.
9. Pilih Configure Network Manually. Lalu tekan Enter.
10. Masukkan IP address, misal 192.168.100.2. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
11. Atur netmask, misal 255.255.255.0. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
12. Atur gateway, misal 192.168.100.1. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
13. Masukkan name server address, misal 192.168.100.1. Kemudian arahkan
kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
14. Masukkan hostname, misal smkn1kediri. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
15. Masukkan domain name, misal smkn1kediri.sch.id. Kemudian arahkan
kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
16. Masukkan password root. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
17. Masukkan ulang password root. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
18. Masukkan nama untuk pengguna baru, misal server-smeksa. Kemudian
arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan Enter.
19. Masukkan nama untuk akun kita, misal server-smeksa. Kemudian arahkan
kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
20. Masukkan password untuk pengguna baru. Kemudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
21. Masukkan ulang password untuk pengguna baru. Kemudian arahkan
kursor menggunakan tombol tab ke continue. Selanjutnya tekan enter.
22. Pilih zona waktu. Hal ini bisa kita sesuaikan dengan letak di mana kita berada. Kemudian tekan enter.
23. Pada bagian metode partisi, pilih Guide - use entire disk and set up LVM. Kemudian tekan enter.
24. Tekan enter.
25. Pada bagian skema partisi, pilih All files in one partition (recomended for new users). Kemudian tekan enter.
26. Pilih yes, kemudian tekan enter.
27. Pilih finish partitioning and write changes to disk. Kemudian tekan enter.
28. Pilih yes, kemudian tekan enter.
29. Pilih no, kemudian tekan enter.
30. Pilih no, kemudian tekan enter.
31. Pilih sesuai keinginan Anda, kemudian tekan enter.
32. Tandai opsi SSH Server dan Standart system untilities menggunakan
tombol space, emudian arahkan kursor menggunakan tombol tab ke continue.
Selanjutnya tekan enter.
33. Pilih yes, kemudian tekan enter.
34. Pilih /dev/sda (ata-QEMU_HARDDISK_QM0001). Kemudian tekan enter.
35. Pilih continue, kemudian tekan enter.
36. Tampilan GRUB linux debian.
Demikian dari postingan yang saya kasi hari ini semoga dapat berguna bagi anda sekalian dan semoga bermanfaat.. selamat mencoca..>>
God Blest You.. ^-^
Langkah-Langkah Menginstall Debian 8 Di VM (Virtual Machine) Pada Proxmox
Hay teman-teman kali ini postingan saya mengenai Langkah-Langkah Membuat VM (Virtual Machine) pada Proxmox,brikut adalah langkah membuat VM :
Membuat VM pda Proxmox :
1. Langkah pertama kita masuk terlebih dahulu ke proxmox melalui Browser Local Proxmox.
2. Setelah masuk kita klik pve>local(pve) lalu kita klik menu content seperti di bawah ini.
3. Kemudian kita klik Upload dan akan muncul seperti gambar ini:
7. kemudian pada bagian ini kita memilih Sistem Operasi yang nantinya kita gunakan, saya menggunakan sistem Linux 4.X/3.X/2.6 Kernel, lalu klik Next.
8. Dibagian ini kita disuruh memilih ISO yang akan kita gunakan nanti saat menginstall, kita gunakan ISO yang kita Nownload tadi. Disini saya menggunakan ISO Debian 8.5 kemudian klik Next.
10. Kita disuruh menentukan Core yang akan kita gunakan , Jika sudah klik next untuk melanjutkan.
Membuat VM pda Proxmox :
1. Langkah pertama kita masuk terlebih dahulu ke proxmox melalui Browser Local Proxmox.
2. Setelah masuk kita klik pve>local(pve) lalu kita klik menu content seperti di bawah ini.
3. Kemudian kita klik Upload dan akan muncul seperti gambar ini:
4. Kita klik Select File lalu kita pilih ISO yang akan kita gunakan pada VM (Virtual Machine) yang dibuat, Jika kalian sudah memilihnya klik Upload dan kita tunggu proses Uploadnya selesai.
5. Jika kita sudah selesai klik Create VM yang berada di sebelah sudut kanan atas maka akan muncul tampilan seperti ini:
6. Berikan nama pada VM ID pada VM yang ada kemudian kalian klik next untuk melanjutkan.
7. kemudian pada bagian ini kita memilih Sistem Operasi yang nantinya kita gunakan, saya menggunakan sistem Linux 4.X/3.X/2.6 Kernel, lalu klik Next.
8. Dibagian ini kita disuruh memilih ISO yang akan kita gunakan nanti saat menginstall, kita gunakan ISO yang kita Nownload tadi. Disini saya menggunakan ISO Debian 8.5 kemudian klik Next.
9. Kita disini disuruh menentukan Ukuran Hardisk untuk VM kita nantinya, jika sudah kita sudah menetukan klik Next.
10. Kita disuruh menentukan Core yang akan kita gunakan , Jika sudah klik next untuk melanjutkan.
11. Selanjutnya dibagian ini kita disuruh manentukan ukuran RAM yang akan di gunakan, jika sudah klik Nexk.
12. Dimenu ini kita akan menentukan Network VM akan mengarah kemana, jika sudah klik Next untuk langkah selanjutnya dan halaman.
13. Dihalaman yang kita setting tadi jika anda sudah merasa benar, kita klik Finish dan pembuatan VM kita telah selesai.
Demikian postingan yang saya kasih hari ini kurang lebihnya saya minta maaf jika ada kesalahan pengetikan kata.. Semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba ..
Tuhan Memberkati..














































