Tampilkan postingan dengan label MIKROTIK. Tampilkan semua postingan

  Selamat Siang teman-teman kali ini saya akan posting tentang langkah-langkah membuat Vlan pada mikrotik, agar lebih jelasnya kita simak penjelasan berikut:
A. Pengertian Vlan
    Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .
B. Keuntungan Vlan
Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:
Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
 Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
 Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk
 Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
 Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
 Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
C. Membuat Vlan Pada MikroTik
1. Pertama buka terlebih dahulu aplikasi winbox anda.
2. Kemudian klik menu Interfaces dan klik tanda (+) yang berada dibagian atas, seperti gambar dibawah ini:
3. Disini karena kita ingin membuat vlan maka klik di Vlan maka akan muncul jendela untuk membuat vlan seperti ini:
4. Di bagian Interface itu kita rubah ether berapa yang akan dibuat VLAN dan VLAN ID nya harus diisi, maksimal 3 angka kemudian Apply dan OK seperti gambar dibawah ini:


5. Jika anda ingin membuat VLAN lagi ulangi saja langkah-langkahnya dari awal.

Demikian sedikit dari saya apabila banyak kurangnya mohon dimaafkan karena disini saya juga belajar. Selmata mencoba semoga berhasil Tuhan Memberkati...

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN

Langkah-Langkah Membuat Vlan DiMikroTik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
   Selamat malam semua, kemarin saya telah memberikan tutorial mengenai setting mikrotik untuk warnet dengan menggunakan ISP dari Tekom Speedy. Dan kali ini saya akan kembali memberikan tutorial mengenai setting mikrotik menggunakan mode PPPoE Client. Pada dasarnya setting mikrotik dasar agar kita bisa terhubung dengan internet bukan hanya satu cara, tetapi banyak pilihan, tinggal kita memilih yang paling baik bagi kebutuhan. Bagi saya pribadi, karena saya juga pernah setting mikrotik disebuah warnet, saya paling suka menggunakan mode PPPoE Client. Karena bagi saya, tingkat keamanan lebih cenderung baik menggunakan mode ini. Tetapi tergantung juga kita memasang firewall untuk keamanan pada sebuah perangkat kita.

Oke daripada banyak curhat, mendingan kita langsung aja ketahap settingan :

Untuk Topologi yang akan saya setting adalah sebagai berikut :

ISP (Telkom Speedy) ===> Modem ADSL ===> MikroTik ===> Swicth Hub ===> Clinet

Asumsi tahap setting :

IP Address MikroTik port 1 (Public) adalah : 192.168.1.2
IP Address MikroTik port 2 (Local) adalah : 192.168.0.1
Primary DNS : 8.8.8.8 (sesuaikan dengan keinginan anda)
Secondart DNS : 8.8.4.4 (sesuaikan dengan keinginan anda)

Langkah-Langkah :

1. Setting terlebih dahulu modem dengan menggunakan mode bridge. Jika anda belum mengerti bagaimana setting modem menggunakan mode bridge, silahkah baca tutorial pada posting sebelumnya yaitu : Cara setting Modem TP-Link TD-8817 Mode Bridge

2. Remote mikrotik menggunakan Winbox . ( Download disini )

3. Klik Scan Mac Address mikrotik anda.

Masukan username untuk login.
login : admin (default)
password : kosongkan (default)
#default dalam artian mikrotik kita baru belum pernah disetting. Jika username dan password salah, silahkan resset mikrotik anda terlebih dahulu.

4. Interface yang sudah connect dengan mikrotik.


5. Rubah Nama Interface.
Untuk Public (ethernet 1)
Interface ===> nama : ethernet 1 rubah menjadi Public ===> Apply ===> OK.

Untuk Local (ethernet 2)
Interface ===> nama : ethernet 2 rubah menjadi Local ===> Apply ===> OK



6. Masukan IP Address pada masing-masing interface:

IP Address Public,
klik IP ===> Addresses ===> + ===> masukkan 192.168.1.2/24 ===> Interface Public === > Apply ===> OK

IP Address Local,
klik IP ===> Addresses ===> + ===> masukkan 192.168.0.1/24 ===> Interface Local === > Apply ===> OK

Atau melalui Terminal
New Terminal :
/ip address add address=192.168.1.2 netmask=255.255.255.0 interface=Public
/ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=Local


7. Pilih menu PPP kemudian pilih tanda "+", lalu pilih "PPPoE Client"
- Pada tab "General", masukkan nama terserah atau biarkan "pppoe-out1", kemudian pilih Interface yang akan digunakan atau yang terhubung ke modem yaitu "Public".

- Pada tab "Dial Out", masukan user / nomor speedy yang kita dapat dari speedy (123456789@telkom.net) dan passwordnya. Kemudian "Apply", dan tunggu sampai ada tulisan status : Connected. Lihat gambar dibawah ini.



8. Cek pada Menu Interface, jika sudah ada interface baru yaitu "PPPoE Client" dan sudah ada lambang R, berarti interface tersebut sudah terhubung .


9. Cek Route list. Disitu akan otomatis ada IP bertambah.
klik IP ===> Routes

Keterangan gambar :
Warna Kuning : Ip Public.
Warna Biru dan Merah : Ip Gateway yang kita dapat dari speedy.


10. Setting DNS.
Masukan DNS, sesuaikan dengan keinginan anda. Saya berikan contoh DNS google :

klik IP ===> DNS ===>
Servers : 8.8.8.8
Secondary 8.8.8.4.4
allow-remote-requests=yes / centang
max UDP packet size : 512
Apply ===> OK

Atau melalui Terminal
New Terminal :
/ip dns set servers=203.130.193.74,203.130.206.250 allow-remote-requests=yes


11. Tambahkan NAT. Tujuan ini agar Client bisa terhubung dengan internet :

klik IP ===> Firewall ===> NAT ===> + ===> General :
chain=srcnat
out-interface= pppoe-out1 (interface / pppoe yang kita buat tadi)
===> Action :
action=masquerade
Apply ===> OK



12. Cek Ping melalui terminal, jika berhasil, maka internet sudah konek.
New Terminal :
ketik : ping yahoo.com


13. Setting sudah berhasil. kita tinggal masukan Ip Addres pada tiap client :

IP Address : 192.168.0.2
Subnet mask : 255.255.255.0
default gateway : 192.168.0.1

DNS
Preffered DNS Server : 192.168.0.1

14. Lakukan Langkah ke 13 (Setting IP Address) untuk setting per-Client, Tinggal kita ribah Ip Addressnya saja.



Bagaimana? mudah bukan "Cara Setting Mikrotik Sebagai Gateway atau PPPoE Client" ?
Mungkin ukup sekian Tutorial yang saya berikan. Semoga bermanfaat. Jika Kurang Paham Bisa ditanyakan dikolom komentar dibawah ini. Terima kasih.

Semoga bermanfaat bagi dan minta maaf atas kesalahan penulisan pada postingan ini..
Tuhan memberkati ^-^ 

Sumber : http://www.teguhprayitno.web.id/2013/07/cara-setting-mikrotik-sebagai-gateway.html

Cara Setting Mikrotik Sebagai Gateway atau PPPoE Client

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
  Hay teman-teman kali ini saya akan posting tentang bagaimana caranya Mengoneksikan Mikrotik ke Internet dengan DHCP Client,untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:
Connect to Internet by DHCP Client
1. Pertama Buka terlebih dahulu aplikasi winbox anda.
2. Kemudian klik IP>DHCP Client maka akan muncul tampilan jendela DHCP Client seperti ini:
3. Kemudian klik tanda (+) pada sudut kiri atas dan ubah interfacenya menjadi ether1 dan beri tanda cheklist pada Use Peer DNS dan Use Peer NTP kemudian apply dan ok seperti gambar dibawah ini:
4. Jika sudah selesai kita coba tes ping google.com di terminal winbox, jika tampilannya seperti gambar dibawah ini berarti mikrotik anda sudah terhubung ke internet:
Demikianlah sedikit penjelasan dari saya tentang connect mikrotik ke internet dengan DHCP Client. Selamat mencoba semoga berhasil Tuhan Memberkati....

Sumber : eckosaputra22.blogspot.co.id

Cara Connect Mikrotik ke Internet Menggunakan DHCP Client

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
  Hay guys kali ini saya akan posting tentang bagaimana caranya Mengoneksikan Mikrotik ke Internet dengan PPPoE Client,untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:
Connect To Internet by PPPoE Client
1. Pertama buka terlebih dahulu aplikasi winbox anda.
2. Kemudian klik interfaces>(+) seperti gambar dibawah ini:
3. Setelah diklik akan muncul gambar seperti ini dan kita pilih PPPoE Client:
4. Akan muncul tampilan untuk menambah PPPoe Client pada interfaces seperti ini:
5. Dimenu General kita ubah Interfacesnya menjadi ether1 setelah itu klik pada menu Dial Out, massukkan user dan password sesuai dengan yang telah diberikan kepada kitadan beri tanda cheklist di Use Peer DNS seperti pada gambar dibawah ini:
6. Kemudian klik Apply dan Ok. Setelah itu kita coba ping ke Google.com di terminal mikrotik, jika tampilannya seperti gambar dibawah ini berarti mikrotik anda sudah terhubung ke internet:


Demikian sedikit penjelasan dari saya apabila banyak kurangnya mohon dimaafkan karena saya juga masih dalam proses belajar. Selamat mencoba, semoga berhasil Tuhan Memberkati...

Cara Connect Mikrotik dengan PPPoE Client

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
  Hey teman-teman kali ini saya akan memberikan penjelasan tentang setting Firewall pada MikroTik. simaklah penjelasan berikut ini:
Firewall
    Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari beberapa jenis serangan dari komputer luar. perangkat lunak (program komputer atau aplikasi) atau perangkat keras (peralatan khusus untuk menjalankan program fire-wall) perangkat yang menyaring lalu lintas jaringan antara jaringan.

Fungsi Firewall
   Fungsi firewall sebagai pengontrol, mengawasi arus paket data yang mengalir di jaringan. Fungsi Firewal mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi, beberapa kriteria yang dilakukan fire-wall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
  • Alamat IP dari komputer sumber
  • Port TCP/UDP sumber dari sumber.
  • Alamat IP dari komputer tujuan.
  • Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
  • Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
secara sfesifik Fungsi Firewall adalah melakukan autentifikasi terhadap akses kejaringan. Applikasi proxy Fire-wall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data, kemampuan ini menuntutnya untuk mampu mendeteksi protokol aplikasi tertentu yang spesifikasi.
 
Setting Firewall Di MikroTik
  • Langkah awal buka terlebih dahulu membuka winbox.
  • Kemudian pilih IP>Firewall>NAT seperti gambar dibawah ini:
  • Kemudian klik tanda (+) yang berada di sebelah kiri atas maka akan muncul tampilan seperti ini:
  • Dibagian General-Out Interface pilih Ether1, kemudian ke menu Action pilih Masquerade kemudian APPLY dan OK.

Demikianlah langkah-langkah setting Firewall di MikroTik bila ada yang kurang jelas saya mohon maaf karena saya juga dalam proses belajar.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati.

Referensi:  http://jaringankomputer.org/firewall-pengertian-fungsi-manfaat-dan-cara-kerja-firewall/

Cara Seting Firewall Pada MikroTik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
  Hey teman-teman kali ini saya akan posting tentang  setting NTP pada Mikrotik.
Apa Itu NTP?
    NTP (Network Time Protokol) adalah sebuah mekanisme atau protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi terhadap penunjuk waktu dalam sebuah sistem komputer dan jaringan. Proses sinkronisasi ini dilakukan di dalam jalur komunikasi data yang biasanya menggunakan protokol komunikasi TCP/IP. Sehingga proses ini sendiri dapat dilihat sebagai proses komunikasi data biasa yang hanya melakukan pertukaran paket-paket data saja.
    NTP menggunakan port komunikasi UDP nomor 123. Protokol ini memang didesain untuk dapat bekerja dengan baik meskipun media komunikasinya bervariasi, mulai dari yang waktu latensinya tinggi hingga yang rendah, mulai dari media kabel sampai dengan media udara. Protokol ini memungkinkan perangkat-perangkat komputer untuk tetap dapat melakukan sinkronisasi waktu dengan sangat tepat dalam berbagai media tersebut. Biasanya dalam sebuah jaringan, beberapa node dilengkapi dengan fasilitas NTP dengan tujuan untuk membentuk sebuah subnet sinkronisasi. Node-node tersebut kemudian akan saling berkomunikasi dan ber sinkronisasi menyamakan waktu yang direkam mereka. Meskipun ada beberapa node yang akan menjadi master (primary server), protokol NTP tidak membutuhkan mekanisme pemilihan tersebut.

Cara Kerja NTP
    NTP bekerja dengan menggunakan algoritma Marzullo dengan menggunakan referensi skala waktu UTC. Sebuah jaringan NTP biasanya mendapatkan perhitungan waktunya dari sumber waktu yang terpercaya seperti misalnya radio clock atau atomic clock yang terhubung dengan sebuah time server. Komputer ini disebut juga stratum 1. Kemudian jaringan NTP ini akan mendistribusikan perhitungan waktu akurat ini ke dalam jaringan lain dengan protokol NTP yang disebut stratum 2. Komputer dalam jaringan tersebut dapat menyinkronkan jaringan lain yang disebut stratum 3, dan seterusnya sampai stratum 16.
Setting NTP Client
  • Pertama buka terlebih dahulu winbox anda pada lapto/PC
  • Kemudian pilih SYSTEM>SNTP Client maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:
  • kemudian beri tanda centang pada Enable dan disini kita menggunakan NTP Server untuk Indonesia.
  • Ada 2 pilihan untuk nama domainnya yaitu dengan IP: 202.134.1.10 dan dengan nama Domain: id.pool.ntp.org
  • Kemudian dibagian Server DNS Names bisa di isikan dengan IP atau Domain, disini saya menggunakan Domain kemudian Apply seperti pada gambar dibawah ini:
  • Maka secara otomatis bagianpool internal, Active server, Last update, dan Last Adjustmen akan terisi, setelah itu OK.

Untuk langkah Selanjutnya kita setting Waktu pada router mikrotik
  • Pilih System>Clock maka akan muncul tampilan seperti ini:
  • Setelah itu kita tentukan waktunya di Time, Date dan Time Zonenya, kemudian Apply dan OK.
  • Untuk menampilkan Waktunya kembali ke menu awal kemudian pilih menu dasboard yang berada di atas kiri:
  • Maka waktunya akan muncul seperti gambar dibawah ini yang dilingkari dengan garis berwarna merah:

Nah demikian lah langkah-langkah untuk setting NTP client pada MikroTik. Selamat mencoba, semoga berhasil.
Tuhan Memberkati.

Referensi:
- mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/03/apa-itu-ntp-setting-ntp-client-di-mikrotik.html
- http://pelajarbaruku.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-dan-cara-kerja-ntp.html

Cara Setting NTP Client Pada MikroTik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
   Hy gan selamat beraktivitas di hari ini, Gan kali ini saya akan membagikan sedikit pelajaran yang saya dapatkan tentang langkah-langkah membuat Hostpot DiMikroTik.Berikut ini adalah langkah membuat Hostpot pada mikrotik sebagai berikut :

1. Lankah pertama kalian membuka Winbox untuk memulai bembuat :Hostpot tersebut seperti gambar di bawah ini:

 2. kemudian anda pilih >Ip>Hostpot lalu kalian mengklik Hostpot tersebut.


3. Nah nanti kalian akan melihat tampilan seperti gambar tersebut, dan di sni kalian akan membuat jaringan Wlan 1. karena jaringan ini yang menuju jaringan wiralss yang sudah dibuat sebelum.
 setelah itu kalian mengklik Next.


4. Kalian mengklik Next melanjutkan perintah yang diatas sampai kalian mendapatkan tampilan seperti di bawah ini juga karena saya menggunakan jaringan telkom otomatis saya menggunakan Ip telkom.
 Kemudian kalian mengisi IpTelkom 202.134.1.10 ada juga Ip Telkom 202.134.0.155. Lalu anda klik Next untuk melanjutkan perintah.


5. Selanjutnya kalian masuk ke DNS Name untuk kalian isi DNS Hostpot tersebut untuk masuk ke dalam Login Hostpot kalian, kalian juga bebas untuk mengisi DNS tersebut.
 Setelah itu kalian mengklik Next lagi.


6.  Lalu kalian akan masuk lagi ke dalam setup Username & Password kalian isi perintah tersebut supaya kalian bisa masuk saat Login di Hostpot kita nanti. Kemudian klik lagi Next untuk melanjutkan perintah.

7. Jika Kalian melihat atau sudah tertera tampilan seperti gambar di bawah ini, bererti Hostpot yang kalian dan saya buat sudah berjalan dengan sukses.


Demikianlah sedikit saja yang saya bisa sampaikan untuk postingan hari ini semoga saja bisa brmanfaat buat kalian semua para bloggers. Jika ada salah dalm postingan saya mohon dimaafkan dan selamat mencoba gan....
Tuhan Memberkati ,, ^-^ 


Membuat Hostpot DiMikroTik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments

   Selamat malam para blogger, kali ini saya akan memposting sedikit yang saya pelajari tentang menngubah tampilan login pada mikrotik, karena saya sering bosan dengan tampilan loginnya yang hannya itu-itu saja. Berikut ini adalah langkah-langkahnya: 

Mengubah Tampilan Login Pada MikroTik Sehingga Lebih Menarik

1. Pertama-tama kita harus mendownload terlebih dahulu template yang akan kita pakai di Google.com
2. Kemudian buka Winbox pada Linux anda setelah masuk pada Winbox.
3. Carilah file template yang telah didownload tadi sebelum itu templatenya harus di extract terlebih dahulu.
4. Kemudian klik dan tarik filenya tadi kedalam winbox>files, seperti gambar dibawah ini:

5. Setelah filenya sudah tercopy, buka IP> kemudian klikHotspot.

6. Hotspot profile klik 2 kali pada hsprot1>general ganti hotspot dan cari nama file/template yang kita download tadi dan apply>ok.

  Kemudian Kalian  Cek halaman login anda pada browser dan lihat hasilnya. Mungkin itu saja yang dapat saya posting hari ini, jika masih kurang jelas atau kurang gambarnya saya minta maaf atas postingan saya, semoga bermanfaat....
Tuhan Berkati,,

Cara Mengubah Tampilan Login Pada MikroTik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
      Hy gan, selamat beraktivitas di hari ini. Hari ini saya akan membagi sedikit pelajaran/pengalaman yang saya dapatkan hari ini tentang bagaimana langkah untuk masuk ke dalam Sistem Mikrotik. Berikut ini adalah penjelasan dan langkah-langkah untuk persiapannya :

1. Langkah pertama yaitu, persiapkan alat atau bahan yang dibutuhkan seperti Mikrotik, Kabel UTP, Leptop, dan kalau anda ingin menyambungkan ke Internet siapkan sarana yang menghubungkan ke Internet.

2. Kedua anda diharuskan untuk menghubungkan Mikrotik  ke Kabel UTP lalu anda juga di haruskan menonaktifkan wifi kemudian mengaktifkan wirednya.

3. Kemudian anda masuk ke jendela Network Settings maka anda akan melihat munculnya tampilan seperti dibawah ini:


4. Lalu pilih menu Wired kemudian edit ketika tidak ada kata edit anda klik icon bergambar peralatan kunci yang tertera di sebelah pojok kanan bawah. 

5. Klik IPv4 kemudian anda melihat tampilan yang seperti di bawah ini.

6. Kemudian anda mengubah Addressnya menjadi manual dan masukanlah ip address yang sesuai pada IP Mikrotik biasa Defauldnya tertulis 192.168.88.1 kemudian tuliskan Addressnya seperti : 192.168.88.5/6/7/8 dan anda memasukkan Netmasknya : 255.255.255.0 lalu Gadewaynya : 192.168.88.1 yang sama seperti IP Address Mikrotik. Kemudian Apply.

7. kemudian anda membuka Aplikasi Winbox pada linux, jika anda  belum mempunyai Aplikasi Winbox tersebut anda bisa Mendownloadnya di Alamat: http://www.mikrotik.co.id/download.php , installlah terlebih dahulu Aplikasi Winbox tersebut dan setelah Jendela Winbox terbuka tampilan winbox sebenarnya seperti gambar tersebut :


8. Dan dibagian bawah menu Winbox tersebut ada menu Managed dan Neighters, kemudian klik menu Neighters dan tertulis E4:8D:8C:E1:3F:15 anda klik tulisan tersebut lalu tekan Enter untuk memproseskan masuk ke jendela Mikrotik seperti di bawah Ini:

Itulah gan, yang hanya bisa saya bagikan untuk anda sekalian, demikian dari postingan saya semoga bisa bermanfaat bagi anda jika ada kesalahan apapun mohon dimaafkan. Dan untuk settingan Mikrotiknya sendiri akan menyusul bosok atau kedepannya..
Selamat mencoba Tuhan Memberkati ..^-^





Langkah-langkah Untuk Masuk Ke dalam Sistem Mikrotik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments

Teori Dasar Mikrotik - Teori dasar Mikrotik diperlukan ketika kita akan
belajar Mikrotik agar dapat mengerti dengan baik materi dasar tentang Mikrotik itu sendiri. Pada artikel Tutorial Mikrotik Indonesia sebelumnya sudah dibahas tentang Apa itu Mikrotik? Pengertian Mikrotik & Penjelasannya. Kali ini kita akan membahas mengenai Teori Dasar Mikrotik.

MikroTik  RouterOS™ merupakan sistem  operasi  Linux  base yang diperuntukkan sebagai  network  router.  Didesain  untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk   penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks,  routing yang rumit)  disarankan  untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Sejarah MikroTik RouterOS


MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang  berkewarganegaraan  Amerika yang berimigrasi  ke Latvia.  Di Latvia  ia bejumpa dengan Arnis, Seorang darjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.

John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah me- routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat  ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.

Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama denag bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara marathon.

Jenis-Jenis Mikrotik


1. MikroTik  RouterOS   yang  berbentuk  software   yang  dapat  di-download  di www.mikrotik.com. Dapat diinstal pada kompuetr rumahan (PC).

2.  MikroTik RouterBoard yaitu BUILT-IN Hardware Mikrotik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS.

Fitur-Fitur Mikrotik

  1. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama
  2. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.
  3. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat.
  4. Bridge :  Mendukung fungsi  bridge spinning  tree,  multiple  bridge interface, bridging firewalling.
  5. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer
  6. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay;  DHCP Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
  7. Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan  MAC, IP address,  range port, protokol IP, pemilihan  opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS.
  8. Hotspot  : Hotspot  gateway dengan otentikasi  RADIUS.  Mendukung limit  data rate, SSL ,HTTPS.
  9. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann  groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5
  10. ISDN   :  mendukung  ISDN   dial-in/dial-out.   Dengan otentikasi   PAP,   CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung  128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
  11. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.
  12. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung  Cisco Discovery Protokol (CDP).
  13. Monitoring  / Accounting : Laporan  Traffic  IP, log, statistik graph yang dapat diakses melalui HTTP.
  14. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan system GPS.
  15. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator; protokol otentikasi menggunakan  PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi  untuk PPoE; limit data rate.
  16. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server,  HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS  dan HTTP; mendukung protokol SOCKS;  mendukung parent proxy; static DNS.
  17. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
  18. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
  19. Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
  20. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.
  21. Synchronous  : V.35, V.24, E1/T1,  X21,  DS3 (T3)  media ttypes;  sync-PPP, Cisco HDLC; Frame  Relay line protokol; ANSI-617d  (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.
  22. Tool :  Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update.
  23. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.
  24. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.
  25. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.
  26. VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
  27. WinBox : Aplikasi  mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi  MikroTik RouterOS.
Demikianlah pembahasan tentang artikel Belajar Mikrotik : Teori Dasar Mikrotik. Teori dasar ini bisa anda gunakan sebagai pedoman dalam belajar mikrotik kedepannya. Semoga bermanfaat :)
Diposkan oleh KrisnaJrSimatupang
Label: BLC TELKOM

Dasar Mikrotik

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments





Cara Cepat Menghitung Subnetting IP Address


Image result for images subnetting IP address



Subnetting adalah metode untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.
Beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting adalah :
  • Network address, yaitu sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan. Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain, juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.
  • Broadcast address, yaitu alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.
  • Subnet mask, yaitu bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.
  • Classless Inter-Domain Routing (CIDR), yaitu yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal 192.168.0.0/24, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah “/24” yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. /24 maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia.
  • Host valid / IP valid, yaitu alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address.
  • Power of 2, yaitu pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut: 2^0 = 1
    2^1= 2
    2^2=2 x 2 = 4
    2^3=2 x 2 x 2 = 8
    2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
    2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
    2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
    2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
    2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
    2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
    2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024
Contoh kasus 1 : IP address class C Subnetting
Tentukan IP address yang akan mau disubnetting, misalnya 192.168.1.0/24. Agar lebih mudah memahaminya, saya gunakan CIDR dalam penulisan IP address nya. Sebelum lanjut, saya akan manampilkan CIDR secara lengkap.
Subnet mask         CIDR/Notasi
255.0.0.0                /8
255.128.0.0            /9
255.192.0.0            /10
255.224.0.0            /11
255.240.0.0            /12
255.248.0.0            /13
255.252.0.0            /14
255.254.0.0            /15
255.255.0.0            /16
255.255.128.0         /17
255.255.192.0         /18
255.255.224.0         /19
255.255.240.0         /20
255.255.248.0         /21
255.255.252.0         /22
255.255.254.0         /23
255.255.255.0         /24     ———–> # Awal dari Class C
255.255.255.128     /25
255.255.255.192     /26
255.255.255.224     /27
255.255.255.240     /28
255.255.255.248     /29
255.255.255.252     /30
Setelah itu kita lakukan subnetting terhadap ip private yang termasuk dalam class C.
IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/24
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.00000000
Subent mask decimal = 255.255.255.0
Jumlah Blok = 2^0 = 1
Jumlah host/blokl = 2^8 = 256
Jumlah host valid = 256 – 2 =254
Blok Pertama: (total host 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255)
Network address = 192.168.1.0
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255
Berikut ini adalah penjelasan dari cara perhitungan diatas.

1. Subnet mask binner (SM Binner)
Jumlah bit binner pada IP address adalah 32 bit, yang terbagi atas 4 oktet. Setiap oktet terdiri atas 8 bit yang dibatasi dengan titik atau dot. Berdasarkan CIDR atau notasi yang ditentukan diawal perhitungan tadi, yaitu /24. Maka bisa ditentukan bahwa Subnetmask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000;

2. Subnet mask decimal (SM Decimal)
Subnet mask desimal merupakan konversi dari subnet mask binner. Karena Subnet mask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000, maka subnet decimal 255.255.255.0;

3. Jumlah blok
Karena seubnetting ini dilakukan pada kelas C, maka yang merupakan NET ID adalah tiga oktet pertama dan yang merupkan HOST ID. Perlu kita ketahui yang menetukan jumlah blok pada sebuah IP address adalah jumlah bit 1 pada HOST ID. Karena pada HOST ID tidak terdapat bit 1, maka jumlah blok pada ip address tersebut adalah 2^0 = 1.

4. Jumlah host/blok
Cara penghitungan jumlah host ini merupakan kebalik dari perhitungan jumlah blok. Untuk mencari jumlah host, yang perlu diperhatikan adalah jumlah bit 0 pada SM Binner diatas. Karena pada SM BInner tersebut terdapat 8 bit 0, maka jumlah host nya adalah 2^8 = 256.

5. Jumlah Host valid atau IP Valid
Jumlah total range IP address diatas adalah 256 yang terdiri atas 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255; Untuk menentukan IP valid, maka Jumlah Host – 2 (network address dan broadcast address). Jadi Karena pada ip address terdapat 3 jenis address, yaitu network address, broadcast address, dan IP valid. Maka IP address tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 192.168.1.0 sebagai network address, 192.168.1.255 sebagai broadcast address, dan yang menjadi range IP valid adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254;
Contoh kasus 2 : IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/25
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.100000
Subent mask decimal = 255.255.255.128 (didapat dari 2^7=128)
Jumlah Blok = 2^1 = 2
Jumlah host/blokl = 2^7 = 128
Jumlah host valid = 128 – 2 =126

Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.127)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127

Blok Kedua: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255) pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.128
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254
Broadcast address =  192.168.1.255

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/26
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.11000000
Subent mask decimal = 255.255.255.192 {didapat dari (2^7) + (2^6) = 192 }
Jumlah Blok = 2^2 = 4
Jumlah host/blokl = 2^6 = 64
Jumlah host valid = 64 – 2 = 62

Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.63)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62
Broadcast address = 192.168.1.63;

Blok Kedua: (total range 192.168.1.64 sampai 192.168.1.127)  pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.64;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.65 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127;

Blok Ketiga: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.191)  pada blok ketiga, urutan host melanjutkan blok kedua.
Network address = 192.168.1.128;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.190
Broadcast address = 192.168.1.191;

Blok Keempat: (total range 192.168.1.192 sampai 192.168.1.255) pada blok keempat, urutan host melanjutkan blok ketiga.
Network address = 192.168.1.192;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.193 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255;

Untuk menghitung IP address dengan CIDR atau notasi /27, /28, /29, /30 silahkan Anda coba sendiri, sekaligus untuk berlatih menghitung. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4157815287718425823#editor/target=post;postID=1868145381637243036

Cara Cepat Menghitung Subnetting IP Address

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments

Random Posts

- Copyright © Krisna Jr Simatupang Saja Lahh - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -