Tampilkan postingan dengan label SERVER. Tampilkan semua postingan
Hay gays, potingan yang saya posting hari ini tentang Konfigurasi Web Server pada Debian 8. Lebih jelasnya Kita simak penjelasan dibawah ini dengan seksama:
Pengertian
Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun
perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol
komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web
dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada
prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk
menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.
Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan
pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman
web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web
berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web
yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan
atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian
server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan
halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan
tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip
yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan
memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.
Latar Belakang
Latar bekangnya yaitu sebuah Debian Server yang kita buat akan mempunyai Webnya sendiri.
Maksut dan Tujuan
Maksut dan tujuan tersebut yaitu sehingga kita Mengkonfigurasi Web Server pada Debian 8.
Alat dan Bahan
- Jika sudah untuk menyimpannya kita harus menekan tombol "CTRL+X" Kemudian "Y" dan "enter".
Pengertian
Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun
perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol
komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web
dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada
prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk
menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.
Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan
pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman
web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web
berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web
yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan
atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian
server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan
halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan
tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip
yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan
memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.
Latar Belakang
Latar bekangnya yaitu sebuah Debian Server yang kita buat akan mempunyai Webnya sendiri.
Maksut dan Tujuan
Maksut dan tujuan tersebut yaitu sehingga kita Mengkonfigurasi Web Server pada Debian 8.
Alat dan Bahan
- SO Debian8
- Server/CPU
- Laptop/PC
- SSH server
Jangka Waktu Pelaksanaan
Waktu yang saya perlukan untuk mengkonfigurasi web server saat itu adalah 4 jam, dari jam 08.00-12.00.
Langkah Konfigurasi
- Pertama masuk terlebih dahulu ke debian server sebagai super user (root).
- Kemudian kita install aplikasi web server yaitu "apache2" dengan perintah:
#apt-get install apache2 (tekan enter)
- Tunggu hingga prosesnya selesai, jika sudah selesai kita coba apakah
aplikasi webnya sudah berjalan apa belum dengan cara buka browser dan
ketikkan alamat ip server kita. jika berhasil maka tempilannya akan
seperti ini:
- Selanjutnya kita install aplikasi web server yang kedua yaitu "php5" dengan perintah:
#apt-get install php5 (tekan enter)
- Tunggu hingga prosesnya selesai. Jika sudah selesai selanjutnya kita masuk ke direktori "/var/www/html/", dengan perintah:
#cd /var/www/html/ (tekan enter)
- Maka akan masuk ke direktori /var/www/html/, disini kita akan buat file test.php dengan perintah:
#nano test.php (tekan enter)
- Kemudian tambahkan script seperti ini pada file tersebut:
<?php
phpinfo ();
?>
- Jika sudah untuk menyimpannya kita harus menekan tombol "CTRL+X" Kemudian "Y" dan "enter".
- Selanjutnya kita harus mengeceknya di browser kita dengan mengetikkan
alamat IP/test.php contoh (192.168.20.2/test.php) kemudian enter. jika
berhasil maka tampilannya seperti ini:
Hasil dan Kesimpulan
Adapun hasilnya adalah saya tadi gagal pada saat tes aplikasi web
servernya dibrowser pada langkah setelah install apache2, dan saya telah
selesai sampai install php5 dan membuat filenya.
Kesimpulannya adalah pada saat install web server kita harus teliti
dan jangan lupa membaca referensi-referensi entah itu dari buku, ebook,
internet ataupun hal lain yang dapat membantu kita dalam penyelesaian
konfigurasi.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi web server dari saya
apabila ada banyak kurangnya saya mohon maaf, Selamat mencoba semoga
berhasil. Tuhan memberkati...
Referensi:
- Ebook konfigurasi Debian server
- Ebook Dhedy
- Eckosaputra22.blogspot.co.id
Konfigurasi Web Server Pada Debian 8 Server
Hai gan dikesempatan kali ini
saya akan posting tentang konfigurasi DNS Server Pada Debian 8. Agar
lebih jelasnya kita simak bersama-sama penjelasan berikut ini:
Pengertian DNS
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet di mana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
Latar Belakang
Ingin membuat server memiliki alamat domainnya sendiri.
Maksud Dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuannya adalah konfigurasi Domain Name System pada server Debian8.
Alat dan Bahan
- CPU
- SO Debian 8
- Laptop/PC
- Proxmox
Langkah Konfigurasi
- Langkah pertama kita masuk ke servernya kita terlebih dahulu.
- Kemudian ketikkan perintah install paket DNS yaitu bind9, caranya seperti ini:
#apt-get install bind9
- Tunggu hingga proses penginstalan selesai, kemudian untuk masuk ke dalam direktori/folder bind9 ketikkan perintah:
#cd /etc/bind/
- Setelah itu kita melakukan konfigurasi dengan menuliskan perintah seperti ini:
#nano named.conf.local
- kemudian tambahkan script (Zone "Kelompok3.net) ini pada baris paling bawah seperti gambar di bawah ini:
- Jika sudah selesai, untuk menyimpannya tekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Jika sudah kita masuk ke dalam file db.kelompok3 dengan perintah "#nano db.kelompok3" untuk diedit isi filenya menjadi seperti dibawah ini:
Pengertian DNS
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet di mana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
Latar Belakang
Ingin membuat server memiliki alamat domainnya sendiri.
Maksud Dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuannya adalah konfigurasi Domain Name System pada server Debian8.
Alat dan Bahan
- CPU
- SO Debian 8
- Laptop/PC
- Proxmox
Langkah Konfigurasi
- Langkah pertama kita masuk ke servernya kita terlebih dahulu.
- Kemudian ketikkan perintah install paket DNS yaitu bind9, caranya seperti ini:
#apt-get install bind9
- Tunggu hingga proses penginstalan selesai, kemudian untuk masuk ke dalam direktori/folder bind9 ketikkan perintah:
#cd /etc/bind/
- Setelah itu kita melakukan konfigurasi dengan menuliskan perintah seperti ini:
#nano named.conf.local
- kemudian tambahkan script (Zone "Kelompok3.net) ini pada baris paling bawah seperti gambar di bawah ini:
- Jika sudah selesai, untuk menyimpannya tekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Selanjutnya kita ubah file db.local dan db.127 dengan file yang
barusan kita buat tadi yaitu db.kelompok3 dan db.192 caranya seperti
ini:
#cp db.local db.kelompok3
#cp db.127 db.192
- Jika sudah kita masuk ke dalam file db.kelompok3 dengan perintah "#nano db.kelompok3" untuk diedit isi filenya menjadi seperti dibawah ini:
- Jika sudah selesai simpan filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Selanjutnya kita masuk kedalam file db.192 dengan perintah "#nano db.192" untuk mengedit isi filenya menjadi seperti ini:
- Selanjutnya kita masuk kedalam file db.192 dengan perintah "#nano db.192" untuk mengedit isi filenya menjadi seperti ini:
- Jika sudah selesai simpan isi filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Langkah selanjutnya kita daftarkan domain tersebut kedalam file "resolv.conf" dengan perintah "#nano /etc/ resolv.conf" kemudian daftarkan domainnya seperti ini:
- Jika sudah selesai simpan isi filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
-Kemudian langkah terakhir adalah merestart bind9 agar hasil konfigurasinya dapat tersimpan. Perintah untuk merestart ada 2 yaitu:
#service bind9 restart
atau
#/etc/init.d/bind9 restart
Hasil dan Kesimpulan
Hasilnya server telah dikonfigurasi DNS (Domain Name System) Server dan dapat digunakan dengan semestinya.
Penutup
Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi DNS Server Pada Debian Server, mohon maaf jika ada kesalahnya atau kekurangan karena saya juga dalam masa belajar. Selamat mencoba semoga berhasil.
- Langkah selanjutnya kita daftarkan domain tersebut kedalam file "resolv.conf" dengan perintah "#nano /etc/ resolv.conf" kemudian daftarkan domainnya seperti ini:
- Jika sudah selesai simpan isi filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
-Kemudian langkah terakhir adalah merestart bind9 agar hasil konfigurasinya dapat tersimpan. Perintah untuk merestart ada 2 yaitu:
#service bind9 restart
atau
#/etc/init.d/bind9 restart
Hasil dan Kesimpulan
Hasilnya server telah dikonfigurasi DNS (Domain Name System) Server dan dapat digunakan dengan semestinya.
Penutup
Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi DNS Server Pada Debian Server, mohon maaf jika ada kesalahnya atau kekurangan karena saya juga dalam masa belajar. Selamat mencoba semoga berhasil.
Langkah Konfigurasi DNS Pada Server
A. Perintah-perintah dasar GNU/Linux
Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications -
Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan
menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali
ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
1. login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan
tombol password tidak ditampilkan di layar.
3. login
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi .
4. who
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
5. finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja
finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada
who.
6. logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login .
Keterangan : Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya
menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak
disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
7. exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem .
Keterangan : Sama dengan perintah log out.
8. whoami
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu
komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan
ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
9. date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal.
10. cal
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.
11. ls
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori dan file.
Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –l, yang akan
menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang
ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a : Tampilkan semua file di directory termasuk isian.
-o : Tampilkan hanya nama directory
-g : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I : Cetak nomor untuk setiap pemakai
-l : Tampilkan seluruh file secara lengkap
-o : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan
nama
-o : Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir.
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak
informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila
“nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.
12. chmod
Fungsi : Mengubah permission suatu direktori/file.
Format : chmod 777 nama_file
13. clear
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
14. cmp
Fungsi : Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik
(sama persis).
15. cp
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
$ cp file1 file2 mengcopy file1 ke file2 →
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail mengcopy file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file
atau lebih ke sebuah direktori.
16. rm
Fungsi : Menghapus file.
Format : rm nama-file.
atau
rm /path_file_berada
17. mv
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file.
Format :
$ mv file1 file2 Renama file1 menjadi file2 →
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail Memindahkan file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file
atau lebih, ke sebuah direktori.
18. cat
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat
berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika
file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar
karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya
karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v.19. more
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar.
Format : more nama-file
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat
diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar
berikutnya.
20. history
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
Format : history
21. wc
Fungsi : Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu
file .
Format : wc nama-file
22. man
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk
semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap
pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-
perintah UNIX.
Format : man nama-perintah
23. grep
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di
dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk
menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari
adanya sebuah variable dalam sekelompok program.
Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*.
24. mkdir
Fungsi : Membuat direktori.
Format : mkdir nama-direktori
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
25. rmdir
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong .
Format : rmdir nama-direktori
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus)
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory).
26. pwd
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif.
Format : pwd
27. cd
Fungsi : Masuk kelokasi direktori tertentu.
Format : cd path-direktori
Contoh :
~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc
28. adduser
Fungsi : Menambahkan user baru disistem.
Format : adduser nama-user
29. ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses yang aktif
dalam sistem UNIX.
Format : ps -aux30. kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format : kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux
diatas.
31. &
Fungsi : Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format : & nama-program
32. bc
Fungsi : Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilias ini tida ada pada versi UNIX standar.
33. pr
Fungsi : Mencetak isi file ke printer.
Format : pr nama-file > /dev/lp0
34. write pemakai [tty]
Fungsi : Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan : Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar pemakai yang
ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari keyboard akan tampak di layar
penerima.
35. mesg [pilihan]
Fungsi : Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan : Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan memakai perintah
write. Perintah ini tidak dapat menolak ijin bagi super user untuk
mengirim pesan.
36. mail [penerima]
Fungsi : Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan : Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang mengirimkan
pesan ke user lain atau membaca pesan dari user lainnya.
37. wall
Fungsi : Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan : Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan pengiriman pesan
keseluruhan pemakai yang sedang log in saat itu dan perintah ini hanya
dapat dilakukan oleh super user.






