Hay teman-teman, dikesempatan kali saya akan ponting tentang Langkah Install Moodle pada LocalHost Linux Mint. Lebih lanjutnya kita simak Langkah Install Moodle tersebut:

A. Pengertian
    MOODLE (singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment) adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan situs web yang menggunakan prinsip social constructionist pedagogy. MOODLE merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU. Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL.

B. Latar Belakang
   Latar Belakang sebuah Moodle yaitu sehingga kita dapat mengetahui cara pemakaian,Funsi dan untuk belajar lebih banyak tentang Moodle pada LocalHost Linux Mint

C. Maksut dan Tujuan
  Adapun Maksut dan Tujuannya yaitu untuk orang-orang dari dunia pendidikan mempunyai banyak pilihan dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk pembelajaran

D. Alat dan Bahan
- Moodle
- Jaringan Internet
-Leptop/pc
E. Waktu Pelaksanaan
     Adapun Waktu yang saya butuhkan untuk melaksanakaninstalasi Moodle adalah

F. Langkah Konfigurasi
- Hal Pertama yang harus dilakukan adalah download file moddlenya di situs ini.
- Setelah didownload buka terminal untuk mengcopy file moodle tadi ke dalam direktori /var/www/html, dengan perintah:
#cp moodle.zip /var/www/html/
- Jika sudah kita masuk ke direktori html dengan perintah:
#cd /var/www/html/
- Kemudian kita ekstrak file moodle yang sudah di copy tadi dengan perintah:
#unzip moodle.zip
- Jika sudah langkah selanjutnya adalah kita beri hak akses pada moodle:
#chmod -R 755 /var/www/html/moodle
#chown -R www-data.www-data /var/www/html/moodle/
 - Setelah itu kita buka browser dengan mengetikkan:
localhost/moodle
- Maka tampilannya akan seperti ini:
- Klik next saja dan akan muncul tampilan seperti dibawah ini:
- Disini kita buat file moodledata pada direktori "/var/www/" perintahnya seperti ini:
#mkdir /var/www/moodledata
- Klik next dan akan muncul tampilan untuk memilih database driver. Disini kita pilih "Improved MySQL.
- Pada tampilan selanjutnya kita pilih saja continue untuk melanjutkan penginstallan.
- Kemudian akan muncul status penginstallan, jika sudah ok semua klik saja next.
- Selanjutnya muncul tampilan mengistall paket-paket disini tunggu saja hingga selesai.
- Jika sudah selesai akan muncul tampilan untuk mengisi data, disini kita isi data tersebut dengan lengkap kemudian next.
- Selesailah penginstallan moodle, dan ini tampilan awal dari moodle.


G. Hasil dan Kesimpulan
     Hasilnya adalah pada saat penginstalan kedua saya mengalami kegagalan gan entah karena apa, tapi bagi kalian yang tidak mengalami kegagalan selamat moodle telah terinstall pada laptop/PC kita dilocalhost.
    Kesimpulannya adalah harus banyak membaca lagi dan berusaha untuk tidak menyerah jika mengalami kegaglan pada saat melaksanakan kegiatan dan kita sudah dapat mengkonfigurasi moodle sesuai dengan apa yang ingin kita buat pada moodle.
    Demikianlah gan sedikit penjelasan tentang install moodle pada localhost dilinux mint kita, maaf jika ada salah kata Selamat mencoba semoga bermanfaat .
Tuhan memberkati..
H. Referensi
-eckosaputra22.blogspot.co.id

Langkah Install Moodle Pada LocalHost Linux Mint

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
   Hay gays, potingan yang saya posting hari ini tentang Konfigurasi Web Server pada Debian 8. Lebih jelasnya Kita simak penjelasan dibawah ini dengan seksama:


Pengertian
    Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun
perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol
komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web
dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
    Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada
prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk
menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.  
    Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan
pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman
web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web
berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web
yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
   Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan
atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian
server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan
halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan
tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
    Saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip
yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan
memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.

Latar Belakang
  Latar bekangnya yaitu sebuah Debian Server yang kita buat akan mempunyai Webnya sendiri.

Maksut dan Tujuan
   Maksut dan tujuan tersebut yaitu sehingga kita Mengkonfigurasi Web Server pada Debian 8.

Alat dan Bahan
- SO Debian8
- Server/CPU
- Laptop/PC
- SSH server 
Jangka Waktu Pelaksanaan
  Waktu yang saya perlukan untuk mengkonfigurasi web server saat itu adalah 4 jam, dari jam 08.00-12.00.
Langkah Konfigurasi
- Pertama masuk terlebih dahulu ke debian server sebagai super user (root).
- Kemudian kita install aplikasi web server yaitu "apache2" dengan perintah:
  #apt-get install apache2 (tekan enter)
- Tunggu hingga prosesnya selesai, jika sudah selesai kita coba apakah aplikasi webnya sudah berjalan apa belum dengan cara buka browser dan ketikkan alamat ip server kita. jika berhasil maka tempilannya akan seperti ini:
 

- Selanjutnya kita install aplikasi web server yang kedua yaitu "php5" dengan perintah:
    #apt-get install php5 (tekan enter)
- Tunggu hingga prosesnya selesai. Jika sudah selesai selanjutnya kita masuk ke direktori "/var/www/html/", dengan perintah:
   #cd /var/www/html/  (tekan enter)
- Maka akan masuk ke direktori /var/www/html/, disini kita akan buat file test.php dengan perintah:
     #nano test.php (tekan enter)
- Kemudian tambahkan script seperti ini pada file tersebut:
<?php
phpinfo ();
?>

- Jika sudah untuk menyimpannya kita harus menekan tombol "CTRL+X" Kemudian "Y" dan "enter".
- Selanjutnya kita harus mengeceknya di browser kita dengan mengetikkan alamat IP/test.php contoh (192.168.20.2/test.php) kemudian enter. jika berhasil maka tampilannya seperti ini:
 


Hasil dan Kesimpulan
   Adapun hasilnya adalah saya tadi gagal pada saat tes aplikasi web servernya dibrowser pada langkah setelah install apache2, dan saya telah selesai sampai install php5 dan membuat filenya.
   Kesimpulannya adalah pada saat install web server kita harus teliti dan jangan lupa membaca referensi-referensi entah itu dari buku, ebook, internet ataupun hal lain yang dapat membantu kita dalam penyelesaian konfigurasi.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi web server dari saya apabila ada banyak kurangnya saya mohon maaf, Selamat mencoba semoga berhasil. Tuhan memberkati...
Referensi:
- Ebook konfigurasi Debian server
- Ebook Dhedy
- Eckosaputra22.blogspot.co.id

Konfigurasi Web Server Pada Debian 8 Server

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
    Hai gan dikesempatan kali ini saya akan posting tentang konfigurasi DNS Server Pada Debian 8. Agar lebih jelasnya kita simak bersama-sama penjelasan berikut ini:



Pengertian DNS
   DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
   DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet di mana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
 
Latar Belakang  
   Ingin membuat server memiliki alamat domainnya sendiri.

Maksud Dan Tujuan
   Adapun maksud dan tujuannya adalah konfigurasi Domain Name System pada server Debian8.

Alat dan Bahan
- CPU
- SO Debian 8
- Laptop/PC

- Proxmox

Langkah Konfigurasi
- Langkah pertama kita masuk ke servernya kita terlebih dahulu.
- Kemudian ketikkan perintah install paket DNS yaitu bind9, caranya seperti ini:
  
     #apt-get install bind9

- Tunggu hingga proses penginstalan selesai, kemudian untuk masuk ke dalam direktori/folder bind9 ketikkan perintah:
  
     #cd /etc/bind/

- Setelah itu kita melakukan konfigurasi dengan menuliskan perintah seperti ini:
 
     #nano named.conf.local

- kemudian tambahkan script (Zone "Kelompok3.net) ini pada baris paling bawah seperti gambar di bawah ini:


- Jika sudah selesai, untuk menyimpannya tekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Selanjutnya kita ubah file db.local dan db.127 dengan file yang barusan kita buat tadi  yaitu db.kelompok3 dan db.192 caranya seperti ini:
     
     #cp db.local db.kelompok3
     #cp db.127 db.192


- Jika sudah kita masuk ke dalam file db.kelompok3 dengan perintah "#nano db.kelompok3" untuk diedit isi filenya menjadi seperti dibawah ini:

Jika sudah selesai simpan filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.

- Selanjutnya kita masuk kedalam file db.192 dengan perintah "#nano db.192" untuk mengedit isi filenya menjadi seperti ini:

- Jika sudah selesai simpan isi filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
- Langkah selanjutnya kita daftarkan domain tersebut kedalam file "resolv.conf" dengan perintah "#nano /etc/ resolv.conf" kemudian daftarkan domainnya seperti ini:

- Jika sudah selesai simpan isi filenya dengan menekan tombol "CTRL+X" kemudian "Y" lalu enter.
-Kemudian langkah terakhir adalah merestart bind9 agar hasil konfigurasinya dapat tersimpan. Perintah untuk merestart ada 2 yaitu:

    #service bind9 restart
 atau
    #/etc/init.d/bind9 restart

Hasil dan Kesimpulan
   Hasilnya server telah dikonfigurasi DNS (Domain Name System) Server dan dapat digunakan dengan semestinya.

Penutup 
   Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi DNS Server Pada Debian Server, mohon maaf jika ada kesalahnya atau kekurangan karena saya juga dalam masa belajar. Selamat mencoba semoga berhasil. 

Langkah Konfigurasi DNS Pada Server

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
   Hai teman-teman hari ini saya akan posting masih tentang cisco packet tracer akan tetapi sekarang kita bahas tentang konfigurasi HSRP pada cisco packet tracer, agar lebih jelasnya simak penjelasan berikut.
Pengertian Port-Security
   port security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut.
Latar Belakang
    Ingin memberikan pengaman pada port yang diinginkan agar tidak dapat di gunakan oleh orang lain/PC lain.
Maksud dan Tujuan
   Maksud dan tujuannya adalah menyetting port-security pada cisco packet tracer.
Alat dan Bahan
- Software Cisco packet tracer
- Laptop/PC
Langkah Konfigurasi

Dari topologi diatas kita ingin mengkonfigurasikan port security pada PC0, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

- Langkah pertama adalah menyetting port yang akan di beri security disini saya akan memberi security pada port FastEthernet0/1, Langkahnya seperti ini:
Switch0   Switch>enable
Switch0   Switch#configure terminal
Switch0   Switch(config)#int fa0/1
Switch0   Switch(config-if)#sw mode acc
Switch0   Switch(config-if)#sw port-security
Switch0   Switch(config-if)#sw port-security mac-address 00E0.B0D0.6D49 (Mac Address pada PC0)
Switch0   Switch(config-if)#sw port-security mac-address sticky
Switch0   Switch(config-if)#sw port-security violation restrict
Switch0   Switch(confih-if)exit

- Setelah itu beri alamat IP pada tiap-tiap PC yang tersedia.
#PC0 IP address: 192.168.1.1   Netmask: 255.255.255.0
#PC1 IP address: 192.168.1.1   Netmask: 255.255.255.0
#PC2 IP Address: 192.168.1.2   Netmask: 255.255.255.0

- Jika sudah kita tes ping dari PC0 ke PC2 hasilnya pasti berhasil.
- Coba kita pindahkan kabel dari PC0 ke PC1.

- Kemudian tes ping dari PC1 ke PC2 hasilnya sudah pasti gagal, karena port itu kita sudah konfigurasi port security dan hanya dapat di gunakan untuk PC yang mac addresnya sudah tersimpan pada port tersebut yaitu PC0 saja.

Hasil dan Kesimpulan
   Hasilnya adalah kabel yang berada pada port fastethernet0/1 yang digunakan pada PC0 tidak dapat digunakan pada PC lainnya (PC1) walaupun alamat IP nya sama, jadi port itu hanya dapat digunakan untuk PC0 saja.
Penutup
   Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi port-security pada cisco packet tracer semoga saja bermanfaat untuk kalian semua, selamat mencoba semoga berhasil. 
Tuhan memberkati..

Konfigurasi Port-Security Pada Cisco Packet Tracer

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
Tag : , ,
    Hai teman-teman dikesempatan hari ini saya akan posting masih tentang cisco packet tracer akan tetapi sekarang kita bahas tentang konfigurasi HSRP pada cisco packet tracer, agar lebih jelasnya simak penjelasan berikut.
Pengertian HSRP
    HSRP adalah metode standar untuk memberikan ketersediaan jaringan yang tinggi dengan menyediakan First-hop redundancy untuk IP host pada LAN IEEE 802 dikonfigurasi dengan default gateway IP address. Sebuah jaringan dengan High availability menyediakan sarana alternatif yang mana semua infrastructure paths dan key server dapat diakses setiap saat. Hot Standby Router  rotocol (HSRP) adalah salah satu fitur perangkat lunak tersebut yang dapat dikonfigurasi untuk menyediakan Layer 3 redundansi untuk network host.
    Ini memungkinkan dua router interface untuk bekerja sama untuk menyajikan penampilan satu virtual router atau default gateway untuk host di LAN. Jadi dengan kata lain ketika salah satu router yang terconfigure dalam Hsrp nya down maka Link pada jaringan tersebut tetap berjalan, dikarenakan ip gateway yang di kenal si host adalah ip nya virtual router.
 Latar Belakang
   Ingin mengkonfigurasikan HSRP pada 2 buah router yang ada agar bisa bergantian 1 sama lain, jika router 1 dinonaktifkan maka router2 akan aktif secara otomatis.
Maksud Dan Tujuan
- Setting HSRP pada router
- membuat router1 aktif dan router2 standby
Alat Dan Bahan
- Software Cisco Packet Tracer
- Laptop/PC
- Ebook konfigurasi
Langkah Konfigurasi HSRP

Dari topologi diatas kita akan konfigurasikan HSRP pada tiap-tiap router langkahnya sebagai berikut:
- Langkah pertama beri alamat IP pada GigabitEthernet dan setting HSRP yang ada di Router0, adapun langkahnya seperti berikut:

Router0   Router0(config)#interface GigabitEthernet0/0
Router0   Router0(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router0   Router0(config-if)#no shutdown
Router0   Router0(config-if)#duplex auto
Router0   Router0(config-if)#speed auto
Router0   Router0(config-if)#standby version 2
Router0   Router0(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
Router0   Router0(config-if)#standby 1 priority 120
Router0   Router0(config-if)#standby 1 preempt
Router0   Router0(config-if)#exit
Router0   Router0(config)#interface GigabitEthernet0/1
Router0   Router0(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
Router0   Router0(config-if)#no shutdown
Router0   Router0(config-if)#duplex auto
Router0   Router0(config-if)#speed auto
Router0   Router0(config-if)#standby version 2
Router0   Router0(config-if)#standby 2 ip 192.168.2.1
Router0   Router0(config-if)#standby 2 priority 120
Router0   Router0(config-if)#standby 2 preempt
Router0   Router0(config-if)#exit
- Kemudian Setting IP dan HSRP juga ada router1 langkahnya seperti dibawah ini:

Router1   Router1(config)#interface GigabitEthernet0/0
Router1   Router1(config-if)#ip add 192.168.1.3 255.255.255.0
Router1   Router1(config-if)#no shutdown
Router1   Router1(config-if)#duplex auto
Router1   Router1(config-if)#speed auto
Router1   Router1(config-if)#standby version 2
Router1   Router1(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
Router1   Router1(config-if)#exit
Router1   Router1(config)#interface GigabitEthernet0/1
Router1   Router1(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
Router1   Router1(config-if)#no shutdown
Router1   Router1(config-if)#duplex auto
Router1   Router1(config-if)#standby version 2
Router1   Router1(config-if)#standby 1 ip 192.168.2.1
Router1   router1(config-if)#exit

- Langkah terakhir adalah tes ping dari laptop0 ke laptop1 jika ping pertama masih gagal coba tes ping lagi jika berhasil berarti konfigurasinya sudah benar.
Hasil Dan Kesimpulan
   Hasilnya adalah router1 dan router 2 telah dikonfigurasi HSRP dan kesimpulannya kedua router dapat bergantian jika router yang satu dinonaktifkan maka router satunya secara otomatis dapat aktif dengan sendirinya.
Penutup
   Demikianlah sedikit penjelasan tentang konfigurasi HSRP pada cisco packet tracer semoga saja bermanfaat untuk kalian semua, selamat mencoba semoga berhasil. 
Tuhan memberkati..
Referensi: 

Konfigurasi HSRP Pada Cisco Packet Tracer

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
Tag : , ,
   Hai teman-teman kali ini saya akan posting tentang bagaimana cara konfigurasi RIPV2 pada Cisco Packet Tracer, agar lebih jelasnya simak penjelasan berikut.>_<
Pengertian RIP 
   Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Latar Belakang
   Latar belakangnya adalah untuk konfigurasi routing dynamic dengan RIP Versi 2

Alat Dan Bahan
- Software Cisco Packet Tracer
- Laptop/PC 


Langkah Konfigurasi RiPV2

Dari Topologi diatas dapat kita konfigurasikan routing dynamic dengan RIPV2:
- Langkah Pertama buat IP loopback dan berikan alamat IP pada tiap Serial Port yang ada pada router adapun langkahnya seperti berikut:

Pada Router1:
Pada Router2:

Pada Router3:
Pada Router4:
- Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikan RIP Versi 2 pada tiap-tiap router agar antara router dapat saling terhubung/ping, adapun langkahnya seperti ini:

Pada Router1:
Pada Router2:
Pada Router3:
Pada Router4:
- Langkah terakhir tes ping antara router jika hasil pingnya "successfully" berarti konfigurasi anda berhasil.
Hasil Dan Kesimpulan
   Hasilnya adalah antara router 1 dan 2 dapat melakukan ping dan begitu juga ke router yang lainnya dapat melakukan ping dengan sukses.
Penutup
  Demikianlah sedikit penjelasan yang dapat saya berikan untuk saat ini semoga saja bermanfaat. Selamat mencoba semoga berhasil Tuhan Memberkati.

Konfigurasi RIPV2 Pada Cisco Packet Tracer

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
Tag : , ,
    Hai teman-teman kali ini saya akan memostingkan tentang bagaimana cara Konfigurasi Routing Static Pada Cisco PacketTracer.  Agar lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

Routing Protocols
Apa Itu Routing?
    Routing adalah Proses forwarding packet data yang dikirim, dari jaringan satu ke jaringan lain. Device yang melakukan proses routing disebut router. Semua informasi network yang akan dimiliki oleh router akan disimpan dalam sebuah tabel routing. Tabel routing adalah tabel yang memuat seluruh informasi IP Address dari interface router yang lain sehingga router yang satu dengan router lain bisa berkomunikasi. Router memiliki kesamaan komponen seperti komputer. Router terdapat tabel routing fungsi untuk memiih jalur terbaik menuju network tujuan.

IP Routing
   IP Routing adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network lain menggunakan layer 3 yaitu router. Sebuah hal penting untuk dimengerti, karena menyangkut bagaimana router dan konfigurasi yang menggunakan IP. Menentukan jalur terbaik. Forwarding packet melalu sebuah jalur.

Aturan Umum Routing
- Router hanya akan menggunakan jalur dengan jangkauan “next hops”
- Router akan menggunakan jalur terbaik.


Konfigurasi Routing Static
Dari topologi diatas kita akan melakukan konfigurasi routing static pada packet Tracer.
 - Pertama kita masukan IP address pada tiap serial port yang terhubung dirouter langkahnya seperti ini:

   Konfigurasi Pada Router2:
R1(config)#int se0/0/0
R1(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#ip add 192.168.1.3 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut

   Konfigurasi Pada Router2:
R2(config)#int se0/0/1
R2(config-if)#ip add 11.11.11.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip add 192.168.2.3 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut

    Konfigurasi Pada Router3:
R3(config)#int se0/1/0
R3(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip add 192.168.3.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut

   Konfigurasi Pada Router4:
R4(config)#int se0/0/0
R4(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut
R4(config)#int se0/0/1
R4(config-if)#ip add 11.11.11.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut
R4(config)#int se0/1/0
R4(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut

- Selanjutnya kita berikan IP address pada ethernet port yang ada di Router4 dengan langkah seperti ini:
R4(config)#int fa0/0
R4(config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no shut

- Setelah itu kita konfigurasikan routing static pada tiap router yang ada dengan langkah sebagai berikut:
   Konfigurasi Routing Static Pada Router1
R1(config)#ip route 11.11.11.0 255.255.255.0 10.10.10.1
R1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.1
R1(config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.0 10.10.10.1
R1(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 10.10.10.1
R1(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1

    Konfigurasi Routing Static Pada R2
R2(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 11.11.11.1
R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 11.11.11.1
R2(config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.0 11.11.11.1
R2(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 11.11.11.1
R2(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 11.11.11.1


Konfigurasi Routing Static Pada Router3
R3(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R3(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R3(config)#ip route 11.11.11.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R3(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R3(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1

Konfigurasi Routing Static Pada Router4
R4(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.2
R4(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 11.11.11.2
R4(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 12.12.12.2

- Langkah selanjutnya memasukan IP padaPC dan Server yang trsedia:
Pada PC-1
IP Address  : 192.168.1.4
Netmask     :  255.255.255.0
Gateway     : 192.168.1.3

Pada PC-2
IP Address  : 192.168.2.4
Netmask     :  255.255.255.0
Gateway     : 192.168.2.3
Pada PC-3
IP Address  : 192.168.3.4
Netmask     :  255.255.255.0
Gateway     : 192.168.3.3
Pada Server
IP Address  : 172.16.1.2Netmask     :  255.255.0.0
Gateway     : 172.16.1.1

- Selanjutnya jika kita ingin untuk menyimpan hasil konfigurasi pada router diatas ketikkan perintah:
R1#copy running-config startup-config
R2#copy running-config startup-config
R3#copy running-config startup-config
R4#copy running-config startup-config

ATAU

R1#wr
R2#wr
R3#wr
R4#wr


- Jika ingin melihat Verificationnya ketikkan perintah:
Router#show ip route
Router#show ip route static
Router#show ip protocols


    Demikanlah sedikit pelajaran yang  dapat saya berikan pada saat ini semoga saja bermanfaat yah untuk kalian semua. Selamat mencoba semoga berhasil. 
Tuhan memberkati.. ^-^

Konfigurasi Routing Static Pada Cisco Packet Tracer

Posted by : Krisnajrsimatupang 0 Comments
Tag : , ,

Random Posts

- Copyright © Krisna Jr Simatupang Saja Lahh - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -